PALEMBANG ( INFO KOTA SEKAYU )
Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) Polri yang unggul melalui pelaksanaan Sidang Akhir Tingkat Panitia Daerah (Panda) Penerimaan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sumatera Selatan, Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., mewakili Kapolda Sumsel, di Gedung Presisi Polda Sumsel, Palembang, Jumat (26/6/2026).
Sidang akhir yang dimulai pukul 15.00 WIB di Aula Lantai 7 Gedung Presisi Polda Sumsel menjadi tahapan penentuan kelulusan bagi peserta yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian seleksi di tingkat daerah. Dari total 22 peserta, sebanyak 15 peserta dinyatakan lulus terpilih, terdiri dari 14 pria dan 1 wanita.
Selanjutnya, para peserta yang dinyatakan lulus akan mewakili Polda Sumsel untuk mengikuti seleksi tingkat pusat di Akademi Kepolisian Semarang.
Pelaksanaan sidang menerapkan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) yang menjadi pedoman utama dalam proses rekrutmen anggota Polri.
Seluruh tahapan seleksi diawasi secara berlapis oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam), Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda), serta melibatkan pengawas eksternal guna memastikan proses berlangsung objektif, profesional, dan bebas dari praktik penyimpangan.
Sidang turut dihadiri Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Sumsel Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polda Sumsel, panitia seleksi, tim pengawas internal dan eksternal, serta orang tua peserta yang mengikuti jalannya sidang secara terbuka.
Rekrutmen Taruna Akpol merupakan salah satu proses strategis Polri dalam menyiapkan calon-calon perwira yang memiliki integritas, kompetensi, kepemimpinan, dan profesionalisme guna menghadapi tantangan tugas kepolisian di masa depan.
Melalui seleksi yang kredibel dan objektif, Polri memastikan setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan prestasi.
Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Kami memastikan setiap tahapan penerimaan dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Para peserta yang dinyatakan lulus hari ini merupakan hasil seleksi objektif dan akan melanjutkan perjuangan pada tahapan seleksi tingkat pusat. Kami berharap mereka mampu menjadi calon-calon perwira Polri yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa proses rekrutmen anggota Polri merupakan bagian penting dalam membangun institusi yang profesional dan dipercaya masyarakat.
"Polda Sumatera Selatan berkomitmen melaksanakan seluruh proses penerimaan anggota Polri secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Rekrutmen yang berkualitas akan melahirkan sumber daya manusia Polri yang unggul sehingga mampu memberikan pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum yang semakin profesional kepada masyarakat," tegasnya.
Melalui Sidang Akhir Penerimaan Taruna Akpol Tahun Anggaran 2026, Polda Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam membangun SDM Polri yang berkualitas, berintegritas, dan profesional.
Proses rekrutmen yang bersih dan transparan diharapkan mampu melahirkan calon-calon perwira terbaik yang siap menjawab tantangan tugas kepolisian sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
(Pijai — Info Kota Sekayu)

Post a Comment for "Polda Sumsel Luluskan 15 Calon Taruna Akpol 2026, Siap Ikuti Seleksi Tingkat Pusat"
Silakan tuliskan komentar Anda dengan sopan dan bertanggung jawab.
Komentar yang mengandung unsur SARA, ujaran kebencian, hoaks, spam, promosi, atau bahasa tidak pantas tidak akan ditampilkan.
Redaksi infokotasekayu.com berhak menyunting atau menghapus komentar demi menjaga kualitas diskusi dan mematuhi kode etik jurnalistik.
Terima kasih atas partisipasi Anda.