![]() |
| Kantor desa Ketuan Jaya, Kabupaten Musi Rawas, tampak depan. ( Foto : 1st — info kota sekayu ) |
MUSI RAWAS ( INFO KOTA SEKAYU )
Desa Ketuan Jaya, Kabupaten Musi Rawas, menjadi perhatian setelah beredar informasi mengenai dugaan perselingkuhan yang melibatkan oknum kepala desa dengan salah seorang perangkat desa.
Menindaklanjuti informasi tersebut, awak media melakukan penelusuran ke lapangan dan meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya permasalahan di tingkat desa. Namun, ia meminta agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik.
“Memang sesuai isu yang beredar bahwa ada permasalahan di tingkat desa yang diduga melibatkan oknum kepala desa kita sendiri. Seharusnya Pak Kades memberikan contoh yang baik, tetapi ini malah sebaliknya,” ujar warga tersebut.
Menurut warga, dirinya mengetahui adanya pertemuan di kantor desa pada Minggu malam. Ia kemudian mendatangi kantor desa karena melihat adanya keramaian.
“Saya orangnya netral dan tidak memihak kepada siapa pun. Saya juga kaget kenapa ada keramaian di kantor desa pada malam hari. Saya kemudian mendekati dan masuk ke kantor. Ternyata ada sidang yang diselenggarakan oleh tokoh adat sekitar pukul 22.00 WIB, Minggu malam Senin, 9 Agustus 2026,” katanya.
Warga tersebut menyebutkan, dalam pertemuan itu hadir sejumlah pihak, di antaranya tokoh agama Tamrin, staf kantor desa Ranto, tokoh adat Karsono, Ketua BPD Arsin, Sekretaris Desa Surib, kepala desa, serta sejumlah perangkat dan warga.
Di tempat berbeda, awak media juga meminta keterangan dari Arsin selaku Ketua BPD Desa Ketuan Jaya. Ia membenarkan adanya pertemuan yang dipimpin tokoh adat pada Minggu malam, 9 Agustus 2026, sekitar pukul 22.00 WIB.
“Memang benar pada Minggu malam Senin, 9 Agustus 2026, sekitar pukul 22.00 WIB, ada pertemuan yang dipimpin langsung oleh tokoh adat desa dan diikuti kepala desa beserta staf yang diduga terlibat dalam persoalan tersebut, istri kepala desa, tokoh agama, serta beberapa perangkat desa,” ujar Arsin.
Dalam pertemuan tersebut, Arsin mengaku mengusulkan agar pihak yang diduga terlibat dinonaktifkan sementara untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
“Untuk hasil dari sidang tersebut, tokoh adat menyarankan agar peristiwa ini tidak diulangi dan memberikan nasihat kepada kepala desa beserta istrinya agar dapat kembali hidup tenteram,” katanya.
Arsin juga menyebutkan bahwa dalam pertemuan tersebut kepala desa disebut telah memberikan pengakuan terkait persoalan yang dibahas.
Namun demikian, informasi mengenai dugaan perselingkuhan tersebut masih merupakan keterangan dari pihak-pihak yang diwawancarai dan belum mendapatkan penjelasan langsung dari kepala desa maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan.
Awak media telah berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada kepala desa melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pesan tersebut belum mendapatkan tanggapan. Upaya konfirmasi juga dilakukan dengan mendatangi kediaman kepala desa, tetapi yang bersangkutan tidak berada di rumah.
Berita ini tetap membuka ruang hak jawab bagi kepala desa dan pihak-pihak terkait untuk memberikan klarifikasi atau keterangan atas informasi yang diberitakan.
(Arifa'i — Info Kota Sekayu)

Post a Comment for "Kades Ketuan Jaya Disidang Tokoh Adat, Diduga Terlibat Perselingkuhan"
Silakan tuliskan komentar Anda dengan sopan dan bertanggung jawab.
Komentar yang mengandung unsur SARA, ujaran kebencian, hoaks, spam, promosi, atau bahasa tidak pantas tidak akan ditampilkan.
Redaksi infokotasekayu.com berhak menyunting atau menghapus komentar demi menjaga kualitas diskusi dan mematuhi kode etik jurnalistik.
Terima kasih atas partisipasi Anda.