FGD Densus 88 AT di Palembang, Polda Sumsel dan Pemda se-Sumsel Perkuat Ketahanan Sosial

FGD Densus 88 AT Polri bersama Polda Sumsel dan pemerintah daerah se-Sumatera Selatan di Palembang
FGD Densus 88 AT Polri bersama Polda Sumsel dan pemerintah daerah se-Sumatera Selatan di Palembang. ( Foto : 1st — info kota sekayu )

PALEMBANG ( INFO KOTA SEKAYU ) 

Polda Sumatera Selatan bersama Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88 AT) Polri dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun ketahanan sosial sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah Sumatera Selatan.

Penguatan kolaborasi tersebut dilakukan melalui Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan Densus 88 AT Polri, Yayasan Prasasti Perdamaian (YPP) Sumsel, serta jajaran dinas terkait dari pemerintah kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan.

Kegiatan berlangsung di Ballroom Hotel Fave Palembang, Kamis (3/9/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Forum tersebut menjadi ruang koordinasi antarlembaga untuk menyelaraskan langkah dalam penguatan integrasi sosial, koordinasi rehabilitasi, serta pemetaan penanganan berbasis multisektoral.

Pendekatan yang dibahas menempatkan sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial sebagai bagian penting dalam membangun ketahanan masyarakat sekaligus memitigasi potensi kerawanan sosial sejak dini.

Kegiatan dihadiri jajaran Densus 88 AT Sumsel, Direktur Eksekutif Yayasan Prasasti Perdamaian Khariroh Makmunah, Ketua Umum Asosiasi Psikologi Forensik Nathanael E.J. Sumampouw, pakar psikiatri Dr. dr. Natalia Widiasih Raharjanti, serta kepala dinas kesehatan, sosial, dan pendidikan kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.

Kolaborasi tersebut diarahkan agar penanganan persoalan sosial tidak berjalan secara sektoral. Dengan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, potensi kerentanan masyarakat diharapkan dapat dipetakan dan ditangani melalui pendekatan yang lebih komprehensif, terukur, dan berkelanjutan.

Bagi Polda Sumsel, penguatan ketahanan sosial menjadi bagian dari upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kondisi sosial yang sehat, terpenuhinya kebutuhan dasar, serta hadirnya dukungan pemerintah dan lembaga terkait dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang aman dan tangguh.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan doa. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Direktur Eksekutif YPP serta arahan sekaligus pembukaan kegiatan.

Para peserta selanjutnya mengikuti pemaparan dari narasumber di bidang psikologi forensik dan psikiatri sebelum kegiatan ditutup dengan perumusan rekomendasi kerja sama taktis antarlembaga.

Direktur Identifikasi dan Sosialisasi (Indensos) Densus 88 AT Polri Irjen Pol. Arif Makhfudiharto menegaskan bahwa stabilitas keamanan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur secara berkesinambungan dengan mengedepankan pendekatan yang menyentuh aspek kemanusiaan dan kondisi sosial masyarakat.

“Stabilitas keamanan nasional menuntut kerja bersama yang berkesinambungan melalui pendekatan kemanusiaan, psikososial, dan penguatan peran pemerintah daerah di semua lini,” ujar Irjen Pol. Arif Makhfudiharto.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan Polda Sumsel siap memperkuat sinergi bersama Densus 88 AT Polri, pemerintah daerah, dan seluruh instansi terkait dalam menjaga stabilitas kamtibmas serta mendukung pelayanan kepada masyarakat.

“Polda Sumsel terus berkomitmen mendukung penuh kebijakan pemerintah dan sinergi bersama instansi terkait guna menjamin situasi kamtibmas yang kondusif, sehingga stabilitas sosial dan pertumbuhan masyarakat di Sumsel tetap terjaga secara berkelanjutan,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.

Sinergi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari semangat Polri Presisi yang menempatkan pemeliharaan kamtibmas sebagai tanggung jawab bersama.

Kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, lembaga sosial, tenaga ahli, serta unsur masyarakat diharapkan mampu memperkuat daya tahan sosial sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung pembangunan daerah.

Melalui forum koordinasi tersebut, Polda Sumsel bersama Densus 88 AT Polri dan pemerintah daerah memantapkan komitmen untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat, menjaga stabilitas kamtibmas, serta memastikan langkah penanganan dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Polri dalam mengawal kebijakan negara dan menciptakan situasi keamanan yang kondusif, sehingga pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Selatan dapat terus berjalan menuju Indonesia Emas 2045.

(Pijai — Info Kota Sekayu)
Redaksi
Redaksi INFO KOTA SEKAYU

Post a Comment for "FGD Densus 88 AT di Palembang, Polda Sumsel dan Pemda se-Sumsel Perkuat Ketahanan Sosial"