![]() |
| Bengkel motor milik warga Rimba Ukur di Sekayu dibobol maling, puluhan ban motor hilang dicuri. ( Foto : 1st — info kota sekayu ) |
MUSI BANYUASIN ( INFO KOTA SEKAYU )
Aksi pencurian kembali terjadi di wilayah Musi Banyuasin. Kali ini, bengkel motor milik Sarimin (57), warga Desa Rimba Ukur (C5), Kecamatan Sekayu, menjadi sasaran pencurian pada Sabtu malam (31/5/2025). Puluhan suku cadang berupa ban dalam dan ban luar kendaraan roda dua raib dibawa kabur pelaku.
Dugaan awal, para pelaku panik saat beraksi karena takut dipergoki warga. Hal itu diperkuat dengan ditemukannya sejumlah barang curian yang tercecer di pinggir jalan poros, tepat di depan bengkel tersebut.
"Yang hilang sekitar 50 ban dalam dan sekitar 25 ban luar. Untuk suku cadang lainnya belum sempat dicek karena jumlahnya banyak," ujar Sarimin saat ditemui awak media pada Minggu pagi (1/6/2025).
Sarimin mengaku tidak mengetahui pasti kapan pencurian terjadi. Ia baru menyadari pagi harinya saat mendapati pintu bengkelnya sudah dalam keadaan terbuka.
"Saya tidak tahu pukul berapa kejadiannya. Tahu-tahu pagi bengkel sudah terbuka. Dua gembok pintu juga hilang. Tidak tahu pelaku menggunakan kunci palsu atau memotongnya," jelasnya.
Kejadian ini telah dilaporkan ke pihak Pemerintah Desa. Kepala Desa Rimba Ukur, Pi’u, membenarkan laporan dari korban dan menyarankan agar peristiwa ini segera ditindaklanjuti ke pihak berwenang.
"Korban sudah melapor ke kami dan sudah kami arahkan untuk membuat laporan ke pihak kepolisian," tegas Pi’u.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait perkembangan penyelidikan kasus ini. Kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.
(Ulandari — Info Kota Sekayu)

Post a Comment for "Bengkel Motor di Rimba Ukur Disatroni Maling, Puluhan Ban Raib Digondol"
Silakan tuliskan komentar Anda dengan sopan dan bertanggung jawab.
Komentar yang mengandung unsur SARA, ujaran kebencian, hoaks, spam, promosi, atau bahasa tidak pantas tidak akan ditampilkan.
Redaksi infokotasekayu.com berhak menyunting atau menghapus komentar demi menjaga kualitas diskusi dan mematuhi kode etik jurnalistik.
Terima kasih atas partisipasi Anda.