![]() |
| Kondisi air Sungai Rimba Rakit di Babat Supat yang terlihat keruh dan diduga tercemar. ( Foto : 1st — info kota sekayu ) |
MUSI BANYUASIN ( INFO KOTA SEKAYU )
Warga Dusun II Sukamaju, Desa Rimba Rakit, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan Indonesia, mengeluhkan kondisi air Sungai Rimba Rakit yang diduga tercemar limbah pabrik kelapa sawit/brondolan yang baru beroperasi sekitar lima bulan terakhir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Rabu (04/02/2026), pabrik tersebut berlokasi di Jalan Palembang–Jambi dan disebut berada tidak jauh dari permukiman warga yang tinggal di bantaran sungai.
Salah seorang warga, Mar (nama disamarkan), mengungkapkan bahwa sejak pabrik beroperasi, air sungai yang biasa digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci berubah menjadi keruh dan berbau.
“Rumah kami berada di bantaran Sungai Rimba Rakit. Kami menggunakan air sungai itu untuk mandi, mencuci dan kebutuhan lainnya. Sekarang airnya berbau dan keruh,” ujarnya.
Mar menduga perubahan kondisi air sungai tersebut berkaitan dengan aktivitas pabrik yang diduga membuang limbah ke aliran sungai. Namun demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan secara ilmiah dan masih memerlukan pemeriksaan dari instansi berwenang.
Warga lainnya, Ayat (nama disamarkan), menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya sosialisasi atau permintaan persetujuan dari pihak perusahaan sebelum pendirian pabrik.
“Setahu saya tidak ada pihak perusahaan yang meminta izin atau sosialisasi kepada masyarakat terkait pendirian pabrik di desa ini,” katanya.
Sementara itu, Iwan (nama disamarkan) menilai setiap perusahaan yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan seharusnya memenuhi ketentuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sesuai regulasi yang berlaku.
Menurutnya, salah satu syarat penerbitan izin lingkungan adalah adanya pelibatan masyarakat yang terdampak langsung.
“Perusahaan harus memiliki izin AMDAL dan melibatkan masyarakat sekitar. Selain itu, sebaiknya lokasi pabrik tidak terlalu dekat dengan permukiman karena limbah produksi bisa berdampak pada kesehatan,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan pengelola pabrik kelapa sawit tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pencemaran sungai.
Awak media masih berupaya mengonfirmasi kepada manajemen perusahaan serta instansi terkait di Kabupaten Musi Banyuasin guna memperoleh penjelasan lebih lanjut, termasuk terkait perizinan dan pengelolaan limbah.
Masyarakat berharap adanya pemeriksaan kualitas air sungai oleh dinas lingkungan hidup guna memastikan penyebab perubahan kondisi air serta mencegah dampak yang lebih luas.
(Tim — Info Kota Sekayu)

Post a Comment for "Diduga Limbah Pabrik Kelapa Sawit Cemari Sungai Rimba Rakit, Warga Babat Supat Keluhkan Bau dan Air Keruh"
Silakan tuliskan komentar Anda dengan sopan dan bertanggung jawab.
Komentar yang mengandung unsur SARA, ujaran kebencian, hoaks, spam, promosi, atau bahasa tidak pantas tidak akan ditampilkan.
Redaksi infokotasekayu.com berhak menyunting atau menghapus komentar demi menjaga kualitas diskusi dan mematuhi kode etik jurnalistik.
Terima kasih atas partisipasi Anda.