Warga Muhammadiyah Sekayu Gelar Salat Idul Fitri, Khutbah Soroti Musibah Akibat Kerusakan Lingkungan

Jamaah Muhammadiyah melaksanakan Salat Idul Fitri di Masjid Al Wustho Sekayu dengan khutbah tentang pentingnya menjaga lingkungan
Jamaah Muhammadiyah melaksanakan Salat Idul Fitri di Masjid Al Wustho Sekayu dengan khutbah tentang pentingnya menjaga lingkungan. ( Foto : 1st  — info kota sekayu )

MUSI BANYUASIN ( INFO KOTA SEKAYU ) 


Bertindak sebagai khotib, Syautomi Hamdi menyampaikan khutbah yang mengangkat tema penting dan relevan dengan kondisi saat ini, yakni musibah sebagai akibat dari perbuatan manusia yang merusak alam.

Dalam khutbahnya, khotib menegaskan bahwa berbagai bencana yang terjadi di muka bumi saat ini tidak semata-mata merupakan fenomena alam, melainkan erat kaitannya dengan perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Disampaikan bahwa manusia sering kali melakukan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan tanpa memperhatikan keseimbangan ekosistem. Akibatnya, alam kehilangan daya dukungnya dan memunculkan berbagai bencana seperti banjir, kebakaran hutan, longsor, hingga perubahan iklim yang semakin ekstrem. 

Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam ajaran Islam, manusia memiliki peran sebagai khalifah di muka bumi. Artinya, manusia diberikan amanah oleh Allah SWT untuk menjaga, merawat, dan melestarikan alam, bukan justru merusaknya.

Pesan Kuat dari Mimbar Idul Fitri: Manusia Wajib Menjaga Alam sebagai Amanah
Pesan Kuat dari Mimbar Idul Fitri: Manusia Wajib Menjaga Alam sebagai Amanah. ( Foto 2nd — info kota sekayu )

Khotib juga menguraikan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini tidak lepas dari perilaku manusia yang serakah dalam mengeksploitasi sumber daya alam, tidak memperhatikan dampak jangka panjang, mengabaikan keseimbangan antara kebutuhan dan kelestarian.

Akibat dari tindakan tersebut, alam memberikan “peringatan” dalam bentuk musibah yang pada akhirnya juga merugikan manusia sendiri. 

Pesan ini menjadi pengingat bahwa setiap perbuatan manusia terhadap alam akan memiliki konsekuensi, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Momentum Idul Fitri dimaknai bukan hanya sebagai hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa, tetapi juga sebagai waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri.

Khotib mengajak seluruh jamaah untuk tidak hanya memperbaiki hubungan dengan sesama manusia (hablumminannas), tetapi juga memperbaiki hubungan dengan alam (hablum minal alam).

Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan bagian dari ibadah dan bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Dalam khutbahnya, jamaah juga diajak untuk mulai dari hal-hal sederhana dalam menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi kerusakan hutan, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar

Langkah kecil tersebut diyakini dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara bersama-sama.

Pelaksanaan Salat Idul Fitri berlangsung dengan tertib dan khusyuk. Ratusan jamaah memadati area masjid sejak pagi hari, menciptakan suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan.

Selain sebagai ibadah, momen ini juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga setelah menjalani ibadah Ramadan selama satu bulan penuh.

Melalui pesan khutbah yang disampaikan, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.

Idul Fitri diharapkan menjadi titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam menjaga keseimbangan alam demi keberlangsungan generasi mendatang.

(Redaksi — Info Kota Sekayu)
Redaksi
Redaksi INFO KOTA SEKAYU

Post a Comment for "Warga Muhammadiyah Sekayu Gelar Salat Idul Fitri, Khutbah Soroti Musibah Akibat Kerusakan Lingkungan"