![]() |
| Rapat penyusunan FSVA ketahanan pangan Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2026. ( Foto : Pemkab Muba — info kota sekayu ) |
MUSI BANYUASIN ( INFO KOTA SEKAYU )
Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terus memperkuat kebijakan ketahanan pangan berbasis data melalui penyusunan Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Tahun 2026 serta evaluasi laporan FSVA Tahun 2025.
Langkah ini menjadi strategi penting untuk memastikan masyarakat memperoleh akses pangan yang cukup, aman, dan bergizi, sekaligus menjamin intervensi pemerintah berjalan tepat sasaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Musi Banyuasin, Apriadi Aziz, menegaskan bahwa FSVA merupakan instrumen utama dalam merumuskan kebijakan pangan daerah.
“Ke depan kita tidak bisa lagi bekerja berdasarkan asumsi. Semua harus berbasis data. FSVA menjadi fondasi utama agar intervensi pemerintah tepat lokasi, tepat sasaran, dan tepat manfaat,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Berdasarkan hasil FSVA Tahun 2025, terdapat variasi tingkat ketahanan dan kerentanan pangan antar wilayah di Kabupaten Musi Banyuasin.
Temuan ini menjadi acuan bagi pemerintah daerah untuk melakukan penanganan yang lebih spesifik sesuai karakteristik masing-masing wilayah, sehingga kebijakan yang diambil tidak bersifat umum, melainkan berbasis kebutuhan riil di lapangan.
Dalam penyusunan FSVA Tahun 2026, Pemkab Muba menitikberatkan pada Analisis yang lebih tajam, Integrasi lintas sektor, Penguatan data ketersediaan pangan, Akses masyarakat terhadap pangan, dan Pemanfaatan pangan bergizi.
Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kebijakan sekaligus mempercepat penanganan daerah rawan pangan.
Lebih jauh, upaya ini menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam Mengendalikan potensi kerawanan pangan, Menekan angka kemiskinan, hingga Meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Ketahanan pangan dinilai sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Pemkab Muba juga mendorong keterlibatan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan dalam membangun sistem pangan yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
“Ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Ketika data sudah jelas, maka intervensi harus tepat. Kita ingin masyarakat, terutama di wilayah rentan, benar-benar merasakan dampak dari kebijakan yang diambil,” pungkas Apriadi Aziz.
(Anggraini — Info Kota Sekayu)

Post a Comment for "Pemkab Muba Susun Peta Ketahanan Pangan 2026, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran"
Silakan tuliskan komentar Anda dengan sopan dan bertanggung jawab.
Komentar yang mengandung unsur SARA, ujaran kebencian, hoaks, spam, promosi, atau bahasa tidak pantas tidak akan ditampilkan.
Redaksi infokotasekayu.com berhak menyunting atau menghapus komentar demi menjaga kualitas diskusi dan mematuhi kode etik jurnalistik.
Terima kasih atas partisipasi Anda.