Revitalisasi Jembatan P.6 Lalan Dikebut, Pemkab Muba Tekankan Skema Pembangunan Aman

Rapat evaluasi revitalisasi Jembatan P6 Lalan dipimpin Wakil Bupati Muba di Palembang
Rapat evaluasi revitalisasi Jembatan P6 Lalan dipimpin Wakil Bupati Muba di Palembang. ( Foto : Pemkab Muba — info kota sekayu )

PALEMBANG ( INFO KOTA SEKAYU )

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mempercepat penyelesaian revitalisasi Jembatan P.6 di Kecamatan Lalan, menyusul sejumlah kendala teknis di lapangan yang berpotensi menghambat proyek strategis tersebut.

Wakil Bupati Muba, Abdur Rohman Husen, memimpin langsung Rapat Evaluasi dan Penyampaian Progres Pelaksanaan Revitalisasi Jembatan P.6 Lalan yang digelar di Kantor Perwakilan Muba di Palembang, Kamis (16/04/2026).

Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa keberadaan Jembatan P.6 sangat vital sebagai jalur utama mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi di wilayah Lalan.

Ia mengingatkan bahwa ambruknya jembatan akibat ditabrak tongkang batu bara pada 12 Agustus 2024 lalu telah menimbulkan dampak luas hingga menjadi perhatian nasional.

“Jembatan ini sangat vital. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Karena itu proses pembangunannya harus dipercepat,” tegasnya.

Wakil Bupati juga menyoroti kembali insiden tabrakan yang terjadi di lokasi proyek dan meminta adanya keputusan final terkait metode pembangunan yang lebih aman.

“Perlu segera dirumuskan skema terbaik yang menjamin keamanan pekerjaan. Kita tidak ingin kejadian serupa terus berulang,” ujarnya.

Senada, Asisten I Pemprov Sumsel, Apriyadi, menegaskan bahwa area bentang sungai menjadi titik rawan karena tingginya lalu lintas kapal tongkang.

“Pada bentang sekitar 80 meter saja sudah tiga kali terjadi tabrakan. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ungkapnya.

Dari paparan pihak kontraktor KSO PT Ciawenindo Mitra Perkasa Bagus, progres proyek hingga minggu ke-36 (6–12 April 2026) mencapai Realisasi: 57,45 persen, Rencana: 57,57 persen, Deviasi: -0,13 persen.

Rincian pekerjaan meliputi Engineering: 10,44 persen, Procurement: 37,65 persen, dan Construction: 9,36 persen.

Saat ini, pekerjaan yang sedang berjalan antara lain fabrikasi baja, pembesian pilecap, perkuatan platform, pemasangan tulangan, serta penyelesaian administrasi proyek.

Dalam rapat juga terungkap insiden terbaru pada 5 April 2026, saat Tugboat Paris 22 menabrak pipa shoring di titik P1.

Akibatnya Satu pipa roboh, Pipa lainnya mengalami kemiringan, dan Pergeseran mencapai ±2,53 meter.

Selain itu, kondisi pasang surut air sungai masih menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan proyek.

Melalui rapat lintas sektor ini, Pemkab Muba menegaskan pentingnya koordinasi semua pihak, mulai dari pemerintah provinsi, kontraktor, hingga otoritas pelabuhan, untuk memastikan proyek berjalan aman dan sesuai target.

Diharapkan dalam waktu dekat akan diambil keputusan final terkait metode konstruksi yang lebih aman, sehingga revitalisasi Jembatan P.6 dapat segera rampung dan kembali dimanfaatkan masyarakat.

(Anggraini — Info Kota Sekayu)
Redaksi
Redaksi INFO KOTA SEKAYU

Post a Comment for "Revitalisasi Jembatan P.6 Lalan Dikebut, Pemkab Muba Tekankan Skema Pembangunan Aman"