![]() |
| Aktivitas warga dan kendaraan terganggu akibat jalan rusak dan berlumpur di Sanga Desa Musi Banyuasin. ( Foto : 1st — info kota sekayu ) |
MUSI BANYUASIN ( INFO KOTA SEKAYU )
Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat mulai dirasakan dampaknya di daerah, termasuk di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Kondisi ini dinilai turut menghambat pembangunan infrastruktur serta menurunkan kualitas pelayanan publik.
Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah di sejumlah wilayah, terutama di ruas Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) yang melintasi Desa Tanjung Raya, Kecamatan Sanga Desa hingga Babat Toman. Jalan tersebut kini dipenuhi lubang dalam, retakan berat, hingga longsor yang menggerus badan jalan dan mengurangi lebar jalur.
Kerusakan serupa juga terjadi di sejumlah titik lain seperti Keban I, Terusan, Simpang Kemang hingga Suban 9 dan Desa Macang Sakti.
![]() |
| Rudi Hartono, seorang pemerhati sosial, saat berikan penjelasan ketika rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Muba. ( Foto : 2nd — info kota sekayu ) |
Kondisi ini telah berlangsung cukup lama, bahkan hampir enam tahun tanpa penanganan maksimal. Saat musim hujan, jalan berubah menjadi berlumpur dan sulit dilalui, sehingga menghambat aktivitas masyarakat, termasuk distribusi hasil perkebunan, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Rudi Hartono, seorang pemerhati sosial, menyebut bahwa keterlambatan penanganan infrastruktur tidak semata-mata disebabkan oleh kinerja pemerintah daerah, melainkan juga dampak dari kebijakan efisiensi anggaran nasional.
“Mulai dari DPR RI, DPRD hingga pemerintah daerah sama-sama terdampak keterbatasan anggaran. Akibatnya, pembangunan dan perbaikan infrastruktur menjadi terhambat,” ujarnya saat dibincangi wartawan, Sabtu (16/5/2026).
Meski demikian, ia berharap pemerintah pusat dapat mengevaluasi kebijakan tersebut agar daerah tetap mendapatkan dukungan fiskal yang memadai dan tidak tertinggal dalam pembangunan.
![]() |
| Kondisi Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) di Tanjung Raya Musi Banyuasin rusak parah dengan lubang dalam dan longsor. ( Foto : 3rd — info kota sekayu ) |
Hal senada disampaikan Ketua DPD FM2B Kecamatan Sanga Desa, Bahori (SBA). Ia menegaskan bahwa meskipun efisiensi anggaran sedang diterapkan, penanganan Jalinteng harus tetap menjadi prioritas utama.
“Kami memahami adanya efisiensi anggaran. Namun, perbaikan Jalinteng harus tetap menjadi perhatian serius. Jalan ini merupakan urat nadi ekonomi masyarakat dan penghubung antarwilayah yang sangat vital,” tegasnya.
Bahori juga mengingatkan agar kebijakan efisiensi tidak berdampak pada terabaikannya kebutuhan dasar masyarakat, khususnya infrastruktur jalan yang telah lama dinantikan perbaikannya.
“Jangan sampai efisiensi anggaran justru membuat kondisi jalan semakin terbengkalai dan memperburuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Bagi masyarakat Musi Banyuasin, pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan harapan besar untuk meningkatkan perekonomian, memperlancar mobilitas, serta menjamin akses layanan dasar yang layak.
(Tim — Info Kota Sekayu)



Post a Comment for "Efisiensi Anggaran Pusat Berdampak ke Daerah, Tokoh Pemuda dan DPD FM2B Sanga Desa Minta Pemerintah Serius Tangani Jalinteng"
Silakan tuliskan komentar Anda dengan sopan dan bertanggung jawab.
Komentar yang mengandung unsur SARA, ujaran kebencian, hoaks, spam, promosi, atau bahasa tidak pantas tidak akan ditampilkan.
Redaksi infokotasekayu.com berhak menyunting atau menghapus komentar demi menjaga kualitas diskusi dan mematuhi kode etik jurnalistik.
Terima kasih atas partisipasi Anda.