Gerak Cepat DLH Muba Ambil Sampel Air Sungai Musi, Diduga Pencemaran dari Aktivitas PETI Muratara

Petugas DLH Musi Banyuasin mengambil sampel air Sungai Rawas di Desa Terusan untuk menguji kualitas air dan menindaklanjuti laporan masyarakat.
Petugas DLH Musi Banyuasin mengambil sampel air Sungai Musi di Desa Terusan untuk menguji kualitas air dan menindaklanjuti laporan masyarakat. ( Foto : 1st — info kota sekayu )

MUSI BANYUASIN ( INFO KOTA SEKAYU )

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Musi Banyuasin bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait memburuknya kualitas air di aliran Sungai Rawas yang diduga telah mencemari aliran Sungai Musi. Dugaan kuat pencemaran ini berasal dari aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang berada di hulu sungai.

Akhirnya dengan gerak cepat, Tim dari DLH Muba tiba langsung di lokasi, Desa Terusan, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (22/10/2026). 

Di tepian Sungai Rawas, petugas terlihat mengambil sampel air pada tiga titik lokasi, yakni bagian Hulu, tengah dan muara, pertemuan Sungai Rawas dan yang masuk ke Sungai Musi. Pengambilan Sampel dilakukan secara cermat menggunakan perahu, mencatat data pengukuran di lokasi, dan menyimpan sampel ke dalam wadah khusus untuk diuji di laboratorium.

Tim DLH Muba mengambil sampel air Sungai Rawas di Desa Terusan, Kecamatan Sanga Desa, untuk pengujian laboratorium, Kamis (22/10/2026).
Tim DLH Muba mengambil sampel air Sungai Musi di Desa Terusan, Kecamatan Sanga Desa, untuk pengujian laboratorium, Kamis (22/10/2026). ( Foto : 2nd — info kota sekayu )

Kegiatan ini berlangsung di saat berada kecamatan Sanga Desa beserta jajaran DLH dan perangkat desa setempat.
 
Plt. Kepala DLH Muba, Drs. M. Tabrani Riski mengatakan, DLH telah mengambil sampel Air sungai untuk dilakukan Uji Laboratorium.

"Kami menerima laporan resmi dari pemerintah kecamatan dan keluhan masyarakat mengenai kekeruhan air di Sungai Rawas yang berdampak pada Sungai Musi. Langkah pertama yang kami lakukan adalah verifikasi lapangan sekaligus pengambilan sampel air. Hasil uji laboratorium nanti akan menjadi dasar hukum untuk langkah selanjutnya, termasuk koordinasi Ke Pemerintah Provinsi Sumsel, karena hal ini lintas kabupaten dengan pemerintah Muratara jika memang terbukti terjadi pelanggaran baku mutu air akibat aktivitas di hulu," jelasnya.
 
Ditempat yang sama, Camat kecamatan Sanga Desa, Rusdiwan, S.Pd., M.Pd didampingi Sekcam Sanga Desa, Feri Susilo, S.H., M.H, menuturkan Pihak DLH sudah turun ke lapangan, melihat langsung kondisi air Sungai Rawas dan sekaligus mengambil sampel untuk diuji laboratorium.

"Kami berharap hasil uji laboratorium terhadap baku mutu air dan kelayakan air segera diketahui, agar tidak menimbulkan keraguan dan kecemasan bagi warga yang menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara ini kita menunggu hasil uji laboratorium dari DLH Muba dulu," ungkap Camat Sanga Desa.
 
Warga Desa Terusan dan desa-desa di sepanjang bantaran sungai menyambut baik langkah cepat ini. Selama ini mereka merasa cemas karena air sungai yang keruh dikhawatirkan membahayakan kesehatan sekaligus merugikan para nelayan yang mengandalkan hasil sungai. Hasil laboratorium diharapkan menjadi data akurat yang dapat dijadikan pegangan semua pihak dalam menyelesaikan masalah pencemaran ini secara tuntas.

(SBA — Info Kota Sekayu)

Redaksi
Redaksi INFO KOTA SEKAYU

Post a Comment for "Gerak Cepat DLH Muba Ambil Sampel Air Sungai Musi, Diduga Pencemaran dari Aktivitas PETI Muratara"