Launching QRIS DLH Musi Banyuasin: Permudah Transaksi Non-Tunai untuk Tingkatkan PAD

Penandatangan MoU dengan Pihak Bank Sumsel babel tanda dimulainya penggunaan Qris
Penandatangan MoU dengan Pihak Bank Sumsel babel tanda dimulainya penggunaan QRIS. ( Foto : SBA — info kota sekayu )

MUSI BANYUASIN ( INFO KOTA SEKAYU )

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Musi Banyuasin resmi meluncurkan sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) pada hari Senin, 20 April 2026. Acara berlangsung di Ruang Rapat DLH Kabupaten Musi Banyuasin dengan mengusung tema "Launching dan Sosialisasi Penggunaan QRIS untuk Pembayaran Retribusi Persampahan dan Laboratorium".
 
Inisiatif ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam memodernisasi pelayanan publik sekaligus upaya konkret untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Banyuasin, Oktarizal, SE, yang memimpin acara tersebut menyampaikan bahwa penerapan sistem digital ini bertujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat dan dunia usaha.
 
Momen simbolis penyerahan rompi atribut petugas penagih retribusi oleh Kepala Dinas DLH Muba usai peluncuran sistem pembayaran QRIS.
Momen simbolis penyerahan rompi atribut petugas penagih retribusi oleh Kepala Dinas DLH Muba usai peluncuran sistem pembayaran QRIS. ( Foto : SBA — info kota sekayu )
"Peluncuran QRIS ini adalah langkah strategis DLH Muba untuk memudahkan masyarakat dan dunia usaha dalam melakukan pembayaran retribusi. Dengan sistem non-tunai, transparansi akan semakin terjaga dan proses administrasi menjadi lebih efisien. Kami berharap inovasi ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan PAD Kabupaten Musi Banyuasin," ujar Oktarizal.
 
Ia juga berharap agar kemudahan transaksi ini dapat mendorong kepatuhan wajib retribusi, baik dari kalangan perusahaan perkebunan, tambang, Migas, maupun pelaku UMKM, sehingga aliran penerimaan daerah dapat berjalan lebih cepat dan optimal.
 
Senada dengan itu, Kepala Bidang Kebersihan dan Persampahan, Rusmin Nuryadin, SH, MH, menjelaskan bahwa teknologi QRIS memungkinkan pembayaran dilakukan secara praktis, kapan saja dan di mana saja.
 
Suasana acara Launching dan Sosialisasi QRIS DLH Musi Banyuasin yang dihadiri oleh jajaran pejabat DLH, perwakilan Bank Sumsel Babel, dan dunia usaha.
Suasana acara Launching dan Sosialisasi QRIS DLH Musi Banyuasin yang dihadiri oleh jajaran pejabat DLH, perwakilan Bank Sumsel Babel, dan dunia usaha. ( Foto : SBA — info kota sekayu )
"Kami menyadari pentingnya kemudahan akses pembayaran. Melalui QRIS, pembayaran retribusi persampahan kini bisa dilakukan dengan praktis. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan membayar, sehingga pengelolaan lingkungan dapat berjalan lebih optimal," jelasnya.
 
Sementara itu, Kasubag Umum dan Kepegawaian, Lekananta, SPd, MSi, menambahkan bahwa sistem ini juga mendukung manajemen internal yang lebih baik. "Selain mempermudah transaksi, sistem digital juga membantu dalam pencatatan dan pelaporan keuangan yang lebih akurat dan cepat," tuturnya.
 
Peluncuran QRIS ini adalah langkah strategis DLH Muba untuk memudahkan masyarakat dan dunia usaha dalam melakukan pembayaran retribusi
Peluncuran QRIS ini adalah langkah strategis DLH Muba untuk memudahkan masyarakat dan dunia usaha dalam melakukan pembayaran retribusi. ( Foto : SBA — info kota sekayu )

Acara yang berlangsung interaktif ini juga dihadiri oleh Pimpinan Cabang Bank Sumsel Babel Kabupaten Musi Banyuasin, Irwan Antoni, SE, serta perwakilan dunia usaha. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan penyerahan simbolis rompi atribut petugas penagih retribusi oleh Kepala Dinas DLH.
 
Dengan adanya layanan ini, DLH Muba berkomitmen untuk terus berinovasi demi pelayanan publik yang lebih baik dan pengelolaan keuangan daerah yang transparan.

(SBA — Info Kota Sekayu)
Redaksi
Redaksi INFO KOTA SEKAYU

Post a Comment for "Launching QRIS DLH Musi Banyuasin: Permudah Transaksi Non-Tunai untuk Tingkatkan PAD"