PALEMBANG ( INFO KOTA SEKAYU )
Tim Cegah Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sumatera Selatan Densus 88 Antiteror Polri menggelar sosialisasi bertajuk "Pencegahan Ideologi Radikal, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di Era Digital" kepada siswa baru di tiga sekolah selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pada 13–14 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menyasar lebih dari 1.200 pelajar di SMAN 10 Palembang, SMP Negeri 6 Talang Kelapa, dan SMK Negeri 1 Palembang. Sosialisasi bertujuan membekali generasi muda agar mampu mengenali dan menghindari penyebaran paham radikal yang kini banyak memanfaatkan media sosial, situs internet, hingga permainan daring (game online).
Di SMAN 10 Palembang, Senin (13/7/2026), sebanyak 500 siswa baru mengikuti kegiatan yang berlangsung di aula sekolah. Materi disampaikan oleh Briptu Achmad Nur Rohman, S.H., yang menekankan pentingnya literasi digital dalam menghadapi perkembangan penyebaran paham radikal di ruang siber.
Menurutnya, para pelajar harus memiliki kemampuan mengenali situs, akun media sosial, maupun konten digital yang mengandung unsur radikalisme dan ekstremisme.
Kegiatan tersebut turut dihadiri wakil kepala sekolah, dewan guru, guru bimbingan konseling (BK), serta jajaran tenaga pendidik.
Selanjutnya, pada Selasa (14/7/2026), sosialisasi dilaksanakan di SMP Negeri 6 Talang Kelapa dengan diikuti sekitar 210 siswa baru.
Dalam kesempatan itu, Briptu Nicolas Saputra, S.H., menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga empat konsensus dasar kebangsaan, sekaligus menegaskan bahwa radikalisme tidak mewakili agama tertentu.
Materi yang diberikan meliputi tren pembelajaran agama melalui media sosial, pola penyebaran paham ekstremisme berbasis kekerasan, modus perekrutan melalui dunia maya, hingga contoh perilaku intoleransi yang perlu diwaspadai sejak dini.
Kegiatan tersebut juga dihadiri kepala sekolah, dewan guru, guru BK, serta pengurus OSIS.
Masih pada hari yang sama, Tim Cegah Satgaswil Sumsel Densus 88 AT Polri melanjutkan sosialisasi di SMK Negeri 1 Palembang dengan peserta sekitar 500 orang yang terdiri atas siswa baru, kepala sekolah, guru, BK, dan OSIS.
Materi disampaikan oleh Brigpol Wahyu Ansori, S.H., M.H., didampingi Brigpol Putra Yesa, S.H., M.H., dengan fokus pada tahapan berkembangnya paham radikal, mulai dari intoleransi, radikalisme, hingga tindakan terorisme.
Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai ciri-ciri akun maupun situs yang menyebarkan paham radikal serta pentingnya menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai benteng utama dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif di era digital.
Seluruh kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai berbagai isu yang berkaitan dengan penyebaran paham radikal di kalangan generasi muda.
Dalam setiap sesi, narasumber menekankan bahwa faktor penyebab pemuda terpapar radikalisme, modus perekrutan melalui media sosial dan game online, serta pengawasan dari orang tua dan sekolah menjadi aspek penting dalam upaya pencegahan.
Tim Cegah Satgaswil Sumsel Densus 88 AT Polri menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan dalam membangun ketahanan generasi muda terhadap ancaman radikalisme dan ekstremisme.
"Melalui pembekalan sejak awal masa sekolah, kami berharap dapat memutus rantai penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, toleran, dan berwawasan kebangsaan," ujar tim.
(Pijai — Info Kota Sekayu)

Post a Comment for "Densus 88 AT Polri Edukasi 1.200 Pelajar Baru di Sumsel, Perkuat Literasi Digital Cegah Radikalisme"
Silakan tuliskan komentar Anda dengan sopan dan bertanggung jawab.
Komentar yang mengandung unsur SARA, ujaran kebencian, hoaks, spam, promosi, atau bahasa tidak pantas tidak akan ditampilkan.
Redaksi infokotasekayu.com berhak menyunting atau menghapus komentar demi menjaga kualitas diskusi dan mematuhi kode etik jurnalistik.
Terima kasih atas partisipasi Anda.